PERPUSTAKAAN LENTERA ILMU

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Daftar Anggota Baru
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of 23:59

Text

23:59

Brian Khrisna - Nama Orang;

Penilaian

0,0

dari 5
Penilaian anda saat ini :  

Ami akhirnya bertunangan. Ia tersenyum di pelaminan, mengenakan kebaya putih, memamerkan cincin, dan dikelilingi teman-teman serta keluarga yang turut bahagia. Tapi, ada satu hal yang tidak hadir di hari besarnya: kebebasan dari masa lalunya.

Di antara deretan bunga ucapan dan tawa para tamu, Athif—sahabat lelaki dari masa lalu Ami—hanya bisa diam menyaksikan pertunangan itu seperti menghadiri pemakaman. Karena ia tahu: di balik senyum Ami, masih ada luka yang belum selesai, pertanyaan yang belum terjawab, dan hati yang belum utuh. Ia tahu semuanya, karena ia tahu siapa Raga sebenarnya.

Raga bukan sekadar mantan kekasih Ami. Ia adalah cinta pertama, cinta terdalam, dan luka paling tajam. Pria yang pergi tanpa penjelasan, memutuskan hubungan secara tiba-tiba ketika Ami masih mencintainya sepenuh hati. Semua orang membenci Raga—keluarga, teman, bahkan diri Ami sendiri. Namun, anehnya, di dalam hati Ami yang hancur, masih tersisa tanya: Kenapa ia pergi? Apa salahku?

Aransyah datang seperti cahaya. Ia menunggu dengan sabar, mencintai dengan tulus, bahkan ketika tahu dirinya hanya menjadi tempat perlindungan sementara dari badai masa lalu Ami. Ia memperbaiki puing-puing yang bukan ia hancurkan. Ia bertahan, bahkan ketika Ami belum sepenuhnya kembali dari kehancuran.

Di tengah semua itu, Athif berdiri di antara dua sisi: menjaga rahasia sahabatnya, atau membantu Ami mendapatkan ketenangan yang layak ia miliki. Karena ia tahu alasan mengapa Raga pergi, alasan yang tidak pernah diungkapkan, alasan yang mungkin bisa mengubah segalanya... atau justru menghancurkan ulang yang telah dibangun.

23:59 adalah sebuah kisah tentang luka yang tak sempat dijahit, cinta yang tak sempat selesai, dan keikhlasan yang dibayar mahal. Tentang perasaan yang tak bisa dibatalkan, dan tentang keputusan yang menunggu detik terakhir sebelum benar-benar dilepaskan.


Ketersediaan
#
Perpustakaan Lentera Ilmu 813 BRI 2
P04584S
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 BRI 2
Penerbit
Jakarta : Grasindo., 2025
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786027870864
Klasifikasi
813
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. X
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN LENTERA ILMU
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?