Text
Noroi : Hati-Hati Melalui Tangga kuil
Usia remaja merupakan usia ketika kita berkembang secara imajinatif, usia saat kita banyak bereksplorasi, dan juga usia ketika kita sedang menggebu-gebu dalam melakukan segala hal yang kita sukai.
Seri Fantasteen adalah seri yang dibentuk dengan mengemban misi pengembangan imajinasi para remaja. Dalam seri ini, disajikan cerita-cerita fantasi yang luar biasa dahsyat. Saat imajinasi tidak terbatas, senjata utama dan keseriusan menulis adalah amunisinya.
Fantasteen: Noroi Hati-Hati Melalui Tangga Kuil karya Marsella Azuela telah berhasil membuat para pembaca merasakan kesan horor dari cerita yang tertuang dalam novel tersebut.Selain itu, Anda juga dapat mengenal lebih banyak budaya Jepang yang menjadi latar dari kejadian di dalam novel ini.
Sinopsis
Bukan keinginanku untuk menghabiskan liburan musim panas di rumah Paman. Entahlah, terlalu banyak kenangan buruk di desa itu. Namun Ibu memintaku menemani Paman yang kesepian sejak ditinggal Bibi bertahun-tahun lalu. Jadi, aku mengajak Sakuya dan Yuu untuk liburan di sana.
Kami menaiki Shinkansen dan dijemput mobil box pengantar sayuran. Rumah Paman besar sekali. Lebih besar dibandingkan yang terakhir kali kuingat. Pelayan berjejer dari pintu gerbang sampai pintu depan. Pintu-pintunya dilapisi kertas minyak berlukiskan pemandangan alam. Tampak sangat tradisional. Semua kukira akan menyenangkan.
Sampai akhirnya keanehan-keanehan itu terjadi. Mulai dari ketukan misterius di pintu gerbang, larangan memasuki kuil, festival lokal yang tidak boleh kami hadiri, dan puncaknya sesosok wanita berjari kurus, pucat, kebiruan, menyobek dinding kamarku dan melongok masuk. Dan wanita itu jelas bukan manusia.
Tidak tersedia versi lain